Rabu, 20 April 2016

Belajar Keterampilan Rumah Tangga dengan cara Praktek Memasak di MTs. Negeri 1 Lampung Selatan

Siswa MTs. Negeri 1 Lampung Selatan, tengah sibuk menyiapkan hasil olahan mereka. Pada Belajar Keterampilan Rumah Tangga dengan cara Praktek Memasak kali ini siswa harus membuat masakan sayur asem, masak nasi, menggoreng tahu, tempe dan sambal terasi.
Suasana dapur yang dipakai untuk kegiatan memasak ini tampak riuh. Beberapa siswa lelaki tampak tak biasa memasak. Sebagian lainnya sedang mengumpulkan kayu bakar, karena praktek memasak kali ini belajar memasak menggunakan peralatan tradisional seperti menggunakan kayu bakar dan tungku untuk memasaknya. Dan adapula yang menyiapkan sayurnya untuk dimasak.
“Mungkin bisa dibilang ini adalah pengalaman baru bagi beberapa siswa. Jika dilihat ada siswa yang sangat takut untuk menggunakan kayu bakar dan menjaga jarak dengan tungkunya,” terang guru mata pelajaran (mapel) IPS, Nursiah, S.Pd. saat ditemui di sela-sela praktek memasak dan dibantu oleh ibu Faridawati, BA., ibu Rodliyah Umi Hanik, M.Pd.I. dan ibu Eka Maherdasari, S.Pd.
Dijelaskan, pihaknya memang memilih memasak sebagai bidang yang di Praktekan mapel IPS. Menurutnya memasak sangat dibutuhkan siswa untuk belajar hidup mandiri dan mengajak siswa supaya senang memasak dan pintar memasak.
Meski hanya praktek memasak, siswa pun diajak untuk membuat laporan kegiatan. Agar kedepannya dalam merencanakan sesuatu siswa lebih berpikir secara ilmiah dan tidak mengada-ada. Selain itu dengan memasak secara berkelompok, pihaknya dapat menilai kreasi, inovasi dan kerja sama dalam sebuah tim secara langsung. 

Sabtu, 16 April 2016

Siswa-siswi MTsN. 1 Lampung Selatan Study Lapangan ke Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan

Siswa-siswi MTs. Negeri 1 Lampung Selatan melakukan studi lapangan ke Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (04/04). Dalam kunjungannya, siswa diterima langsung Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan, Hj. Roslina didampingi Kabag Umum Drs. Marwan Abdullah.
Kunjungan yang dilakukan para siswa di gedung wakil rakyat itu sebagai bentuk studi lapangan untuk melihat secara langsung tugas pokok dan fungsi (tupoksi) para anggota dewan. Di situ juga ditanyakan tentang struktur kelembagaan dewan seperti Ketua, Wakil Ketua, Alat Kelengkapan Dewan dan Fraksi beserta tugas-tugasnya. Observasi itu juga sebagai salah satu kegiatan pembelajaran terkait dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di MTs. Negeri 1 Lampung Selatan.

Guru pembimbing mata pelajaran PKn MTs. Negeri 1 Lampung Selatan, Tri Enggriani, S.H. didampingi guru lainnya Dra. Rodliyah Umi Hanik, M.Pd.I. dan Drajat Kuncoro, S.Pd. Kegiatan studi lapangan ini diikuti oleh siswa Kelas VII dan VIII. Nantinya, usai dari kegiatan ini para siswa akan diberikan tugas pembuatan makalah hasil dari observasi lapangan.
“Jadi, kunjungan ini dalam rangka observasi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Hal ini diperlukan agar siswa lebih memahami dan mengerti perkembangan dan pengelolaan kekuasaan pusat dan daerah dalam mewujudkan NKRI,” ujar ibu Tri Enggriani, S.H.
Dengan kegiatan di luar kelas kata Tri Enggriani, para siswa diharapkan bisa mengetahui langsung situasi dan kondisi DPRD Lampung Selatan dalam melaksanakan tugas kedewanan.

Siswa-Siswi MTs. Negeri 1 Lampung Selatan “Belajar Musik Marawis”

Bpk. Kepala MTs. Negeri 1 Lampung Selatan menginginkan membentuk siswa yang berprestasi tidak hanya dari Kegiatan Belajar Mengajar Formal di dalam kelas, akan tetapi dengan memfasilitasi segala potensi siswa-siswi dengan kegiatan yang penuh dengan nilai-nilai budaya dan kreativitas adalah bagian dari proses pembelajaran siswa dalam rangka menuju siswa-siswi yang juara. Maka MTs. Negeri 1 Lampung Selatan mengadakan Ekstrakurikuler Marawis dirancang dengan tujuan menumbuh kembangkan potensi siswa-siswi terhadap kegiatan Marawis dan Marawis juga salah satu jenis musik perkusi dengan unsur religius yang kental. Dibawakan untuk mengiringi shalawat atau pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, yang dibina oleh Ustad Rahmatullah, S.Pd.I. dan dilatih oleh ibu Mislawarda, S.Sos.I. yang diikuti oleh Siswa-Siswi MTs. Negeri 1 Lampung Selatan dan kegiatannya diadakan setiap hari Sabtu.
Ustad Rahmatullah, S.Pd.I.





Rabu, 13 April 2016

Pemasangan Paving Block di MTsN. 1 Lampung Selatan sebagai penunjang Sarana Prasarana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Sarana dan prasarana madrasah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di madrasah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai dengan pengelolaan secara optimal.

Karena itu MTsN. 1 Lampung Selatan melaksanakan program pemasangan Paving Block di halaman madrasah yang diprakarsai oleh Ketua Komite Sekolah Bpk. Mudois Sumardi dan Waka Sarpras MTsN. 1 Lampung Selatan Bpk. Abdurahman, M.Pd.I.
Bpk. Sumardi, Bpk, Zainal dan Irzan



Kepala MTsN. 1 Lampung Selatan Bpk. Drs. Hi. Ridwan Hawari, M.M. mengharapkan pemeliharaan sarana dan prasarana perlu diadakan secara benar dengan program perencanaan yang matang. Program perencanaan pemeliharaan ini bisa dijadikan kegiatan pemeliharaan secara terarah untuk dapat mempertahankan umur atau masa efektif dari penggunaan sarana dan prasarana madrasah itu sendiri. Sehingga MTsN. 1 Lampung Selatan dalam menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar menjadi nyaman. 

Pelaksanaan belajar mengajar di MTsN. 1 Lampung Selatan menerapkan 7K (kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, kedisiplinan, kerapihan, dan kekeluargaan).

Menciptakan kondisi belajar yang nyaman bagi siswa menjadikan tujuan dari setiap madrasah pada umumnya, karena dengan kondisi yang nyaman tersebut memudahkan siswa menerima ilmu pengetahuan dengan baik dan mendorong siswa untuk berkompetisi dan berprestasi. Atas dasar inilah maka MTsN. 1 Lampung Selatan mulai T.A. 2015/2016 telah menunjuk ibu Zaitun, S.Ag. selaku Pembina 7K yang dibantu oleh wali kelas dan dewan guru beserta siswa-siswi MTsN. 1 Lampung Selatan. Yang kegiatan 7K ini dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi.


Kepala MTsN. 1 Lampung Selatan Bpk . Drs. Hi. Ridwan Hawari, M.M. mengharapkan Peningkatan 7K ini dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aman dan nyaman baik bagi siswa maupun guru yang mengajar. Jika lingkungan bersih dan indah, maka suasana belajar-mengajar pun juga akan menyenangkan. Namun jika lingkungan madrasah kotor dan tidak dirawat, maka dikhawatirkan siswa akan cepat merasa jenuh dan tidak nyaman dalam belajar. Bukan hanya siswa, guru pun juga akan terganggu dengan keadaan yang semacam ini.